Rabu, 03 Juni 2026

MKTI Bekerja Sama dengan Jepang Melestarikan Lahan Kritis di Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul DIY

Bantul. Publik-Voice.My.Id // Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) adalah organisasi swasta, non partai dan non profit yang beranggotakan sekelompok intelektual dengan latar kehutanan dan insan yang peduli terhadap kelestarian tanah air. Kelompok ini berdiri dengan latar belakang banyaknya lahan-lahan kritis di Indonesia. MKTI beranggotakan para intelektual yang berlatar belakang kehutanan, kelompok tani, dan anggota masyarakat yang peduli terhadap pelestarian tanah dan air.

 

Kerja sama:

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Oknum Perangkat Desa di Semanding Gombong Mencuat, Percakapan Pribadi Jadi Sorotan

MKTI dan Toyota Boshoku COrporation Grouo and Jifpro dari Jepang mengadakan kerja sama proyek rehabilitasi lahan kritis. Bentuk kegiatan kerja sama berupa konservasi lahan kritis dengan menanam pohon melaleuca cayuputi (kayu putih). Kegiatan ini dilakukan pada Hari Minggu, Tanggal 21 Desember 2025. Lokasi Kegiatan ini di pusatkan di Kebosungu, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY.

Peresmian kerja sama di tandai dengan menanam bibit pohon Kayu Putih. Pihak MKTI diwakili oleh Ketua MKTI DR. Maria Ratnaningsih M.A. Sedangkan, Mr Masamitu Miyake mewakili General Manager Toyota Boshoku Corporation anda Jefpri dari Jepang. Penanaman pohon kayu putih secara simbolis ditanam oleh tokoh-tokoh MKTI, tokoh-tokoh dari Toyota group Jepang dan tokoh masyarakat lainnya.

 

Baca juga: Warga Kemangkon Resah, Dugaan Sabung Ayam dan Pembiaran Aparat Mengemuka

Dalam sambutannya Ketua MKTI mengatakan target konservasi lahan kritis dengan penanaman pohon Kayu Putih seluas 20 hektare selama 4 tahun. Tahun pertama 2025 baru seluas lima hektar yang di pusatkan di Dlingo Bantul DIY. Kegiatan yang sama setelah dari Dlingo dilanjutkan di Jombor Klaten Jawa Tengah.

 

Sambutan tertulis Departemen Urusan Umum Boshoku Corporation, Mr Kaisuke Nagaya

dalam Bahasa Jepang yang dibacakan oleh Mr Masamitu Misake. Sambutan tertulis tersebut langsung diterjemahkan oleh penerjamah kedalam Bahasa Indonesia. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Toyota Boshoku ikut senang dan bangga dapat ikut berpartisipasi kegiatan konservasi tanah dan air di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan kegiatan jangka panjang. Masyarakat akan mendapatkan manfaat dari daun Kayu putih. Daun tersebut jika disuling akan menghasilkan minyak kayu putih yang sangat bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain itu, pohon pohon itu menghasilkan minyak juga akan menghasilkan gas oksigen.

 

Peresmian kegiatan konservasi tanah dan air dengan ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Ketua MKTI dan perwakilan Toyota Boshuku jefpri Corporation Jepang. Selanjutnya di lakukan penanaman pohon kayu putih secara simbolis.

 

Hasil penyulingan:

Setelah Peresmian dan penanaman pohon kayu putih dilanjutkan dengan presentasi proses penyulingan minyak kayu putih di dapur penyulingan.

 

Ketika tim media wawancara kepada salah satu penyuling minyak kayu putih mengatakan bahwa dalam sehari baru dapat menghasilkan minyak sebanyak 700 ml. Karena keterbatasan bahan baku. Stok daunnya sangat terbatas karena pohonnya masih kecil-kecil. Kendala lainnya bila musim penghujan hasil penyulingan sedikit karena kandungan air banyak. Harga jual minyak setiap liter dijual dengan harga 170 ribu. Kemasan yang tersedia 10 ml, 30ml, dan 60ml.

Sistem penjualan minyak kayu putih dijual secara online dan offline. Wid

Tags

Terkini